
Ryan
MemberForum Replies Created
-
Ryan
Member16 October, 2021 at 11:59 in reply to: Apakah IVF di atas usia 35 tahun wajib periksa PGS?Advanced Maternal Age merupakan salah satu indikasi dilakukan pemeriksaan PGS/PGT-A. Namun tidak semua kasus dengan usia Ibu lanjut memerlukan PGS.
Kita juga perlu melihat adanya indikasi lain seperti keguguran berulang, kegagalan implantasi berulang, ASA Ibu yang tinggi, dan faktor kelainan sperma.
Teknik ICSI dan IMSI berbeda skala pembesaran nya pada sperma. IMSI menggunakan pembesaran 6.000 kali pada sperma, sehingga bisa melihat kelainan-kelainan kecil pada sperma dan bisa memilih sperma yang terbaik untuk dimasukkan ke Oosit (sel telur)
-
Kita dapat memperbesar peluang gender tertentu dalam program IVF dengan teknik pencucian sperma. Dengan teknik tersebut, kita berharap mendapatkan hasil sperma X atau Y secara lebih akurat. Namun perlu diingat, hasil akhir tidak dapat dipastikan 100%.
-
Cairan sperma yang keluar dari vagina pasca berhubungan seksual, sebenarnya merupakan hal yang normal, dan tidak mempengaruhi kemungkinan Anda untuk hamil.
Keluarnya cairan sperma ini terjadi karena vagina memang tidak memiliki kemampuan untuk menyerap cairan tersebut dalam kurun waktu yang cepat, dan karena adanya tarikan dari gaya gravitasi. Jadi ini memang normal, dan dapat terjadi pada setiap orang. Apalagi jika kebetulan pada saat itu cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi cukup banyak. Meski normal, bila Anda tetap ingin mengupayakan agar cairan spermanya tidak keluar, maka setelah suami Anda ejakulasi maka Anda harus berbaring, dan mengganjal pantat Anda dengan bantal agar posisinya lebih naik, lalu tidurlah dengan posisi tersebut. Tapi ini hanya jika Anda ingin meminimalisir cairan sperma yang keluar. Ini tidak harus dilakukan dan tidak juga memengaruhi kemungkinan hamil.
Kondisi ini tidak memengaruhi kemungkinan hamil karena meskipun kesannya banyak yang keluar, tetap tidak semuanya keluar. Permukaan dalam rongga vagina yang bergelombang dan tidak mulus memungkinkan cairan sperma untuk tertampung, dan lagipula, dari jutaan sel sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi, hanya dibutuhkan satu sel untuk membuahi sel telur. Itu sebabnya meski seolah banyak cairan yang keluar, kehamilan tetap bisa saja terjadi. Sementara untuk posisi, kehamilan dapat terjadi dengan posisi apapun karena pada akhirnya, yang penting adalah ejakulasi dilakukan di dalam vagina. Sekian, semoga menjawab pertanyaan Anda.
-
Pada kasus Keguguran Berulang, salah satu penyebab tersering adalah kelainan kromosom/genetik. Namun bisa juga disebabkan oleh terlalu tingginya ASA (Antisperm Antibody) pada tubuh istri sehingga resiko penolakan terhadap sperma/janin menjadi meningkat.
Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahuinya sebelum Program Hamil berikutnya.
-
Bila Keguguran yang dialami 1x, tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan. Cukup dengan makanan sehat dan multivitamin (Asam Folat dan Vitamin D).
Bila Keguguran berturut-turut, maka perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk melanjutkan Program Hamil berikutnya.