Endometriosis! Penyebab gangguan Kesuburan

Jutaan wanita diperkirakan menderita penyakit ini namun tidak menyadarinya. Karena itu, yuk kita belajar mengenai penyakit ini.
Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim. Pertumbuhan jaringan ini akan mengikuti siklus menstruasi, dan akan ikut meluruh setiap menstruasi. Endometriosis cukup berpengaruh terhadap kesuburan. Hasil studi klinis menunjukkan, sebanyak setengah dari penderita penyakit ini akan mengalami gangguan kesuburan. Begitu pula sebaliknya, ternyata setengah dari wanita yang mengalami gangguan kesuburan ternyata juga memiliki endometriosis.
Lalu apa hubungan antara endometriosis dengan gangguan kesuburan?
Karena bersifat melekat, maka endometriosis dapat menarik posisi rahim, melukai tuba falopi, melengketkan rahim, menimbulkan peradangan pada rahim dan sekitar, mengganggu sistem imun, mengganggu ovulasi dan penempelan rahim, serta mengganggu kualitas sel telur. Semua hal tersebut dapat mengganggu proses ovulasi maupun pembuahan sel telur.
Penyebab Endometriosis
Penyebab endometriosis masih menjadi perdebatan. Namun dapat disimpulkan bahwa kondisi ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor dari genetik maupun faktor lingkungan. Adanya anggota keluarga yang menderita endometriosis akan meningkatkan peluang seseorang untuk turut menderita penyakit ini. Gaya hidup tidak sehat, termasuk makanan berlemak, kurangnya asupan serat dan anti oksidan, serta kurangnya olahraga termasuk faktor risiko penyakit ini.
Gejala Endometriosis
Sebuah jurnal infertilitas menyebutkan bahwa sekitar 6-10% dari populasi wanita di dunia menderita penyakit ini, tapi sekitar 20-25% tidak merasakan gejala apa-apa. Gejala endometriosis antara lain sebagai berikut:
- Nyeri saat menstruasi yang bisa menjadi hebat. Apabila anda mengalami nyeri haid yang tidak wajar, menimbulkan keringat dingin, atau mengganggu kegiatan anda sehari-hari, maka anda perlu memikirkan adanya endometriosis
- Gangguan haid seperti spotting, menstruasi tidak lancar dan lainnya. Kelancaran pada haid penting untuk menentukan kesehatan reproduksi wanita. Adanya perdarahan diluar siklus haid (spotting), atau panjang durasi menstruasi yang terlalu lama dapat mengarah pada kondisi ini. Baca juga mengenai pentingnya siklus haid bagi kesuburan disini.
- Nyeri saat berhubungan seksual. Jaringan endometrium yang melekat pada sekitar rahim dapat menimbulkan rasa nyeri saat senggama.
- Nyeri panggul. Jaringan endometrium yang tumbuh disekitar rahim akan menimbulkan nyeri panggul.
- Mual. Nyeri hebat yang ditimbulkan oleh penyakit ini dapat mencetuskan rasa mual.
- Gangguan berkemih dan buang air besar. Jaringan endometrium yang tumbuh di sekitar kandung kemih atau rektum dapat menimbulkan gangguan seperti nyeri saat buang air kecil atau buang air besar. Nyeri ini terutama timbul pada masa haid.
- Infertilitas. Jaringan endometrium yang tumbuh secara tidak wajar akan menimbulkan peradangan, sehingga menyulitkan sperma untuk membuahi ovum.
- Batuk darah, dan gejala lainnya. Jaringan endometrium pada penyakit ini tidak hanya menempel disekitar rahim. Namun, dapat pula tumbuh jauh dari rongga panggul, seperti pada paru-paru (akan menimbulkan gejala seperti batuk darah saat menstruasi), hingga stroke bila jaringan ini tumbuh di dalam rongga kepala. Untungnya, kasus ekstrim seperti ini sangat jarang terjadi.
Karena mengikuti siklus menstruasi, maka gejala-gejala yang disebutkan diatas biasanya akan memberat setiap mentruasi.
Diagnosis
Bagaimana cara mengetahui apakah anda memiliki penyakit ini atau tidak? Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi USG via vagina, MRI, dan laparoskopi. Pemeriksaan laparoskopi dapat sekaligus bertindak sebagai pengobatan karena jaringan endometrium abnormal yang ditemukan dapat disingkirkan.

Pengobatan
- Asupan makanan. Sebuah artikel menunjukkan bahwa memperbanyak konsumsi buah,sayur, gandum utuh, dan asam lemak omega 3 dapat melindungi seseorang dari risiko terkena endometriosis. Sementara itu, konsumsi daging merah, lemak trans, dan kopi dapat meningkatkan risiko
- Anti nyeri seperti ibuprofen sering diberikan untuk mengatasi nyeri saat menstruasi
- Terapi hormonal dan obat-obatan, biasanya diberikan oleh dokter kandungan untuk mematikan jaringan endometriosis. Obat – obatan ini dapat menghentikan haid sementara, jadi anda tidak perlu khawatir.
- Operasi. Biasanya dilakukan melalui laparoskopi, namun tidak menutup kemungkinan melalui tindakan lain.
setelah anda membaca artikel diatas, diharapkan anda mampu mengenali gejala penyakit ini. Sehingga, apabila anda mengalami gangguan kesuburan dan memiliki gejala – gejala yang disebutkan, tidak ada salahnya anda memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk memastikan apakah anda mengidap endometriosis.
Responses