Better B2: Mengenal Riboflavin

Warning: Undefined array key "file" in /var/www/emr.promedik.com/wp-includes/media.php on line 1763
Apa peranan vitamin B2 dalam metabolisme tubuh kita?
Vitamin B2: Pendahuluan
Vitamin B2 atau disebut juga riboflavin, merupakan salah satu vitamin larut air yang masuk ke dalam anggota vitamin B kompleks. Salah satu sifat vitamin larut air adalah tidak mudah terjadi toksisitas, namun mudah terjadi defisiensi. Hal ini terjadi karena riboflavin tidak disimpan di dalam tubuh, sehingga diperlukan asupan riboflavin dalam makanan sehari-hari.
Baca juga mengenai hubungan defisiensi vitamin B kompleks dan lapar disini.
Sumber Riboflavin
Riboflavin secara natural ditemukan pada produk hewani seperti telur, hati, produk susu dan ikan. Sumber lainnya adalah sayuran hijau, jamur, ragi, dan almond. Riboflavin juga sering ditambahkan pada susu dan tepung sebagai fortifikasi.

Manfaat Riboflavin
menurut alodokter, vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, saluran pencernaan, otak, dan sistem saraf. Riboflavin juga membantu pembentukan sel darah. Berikut manfaat riboflavin secara lengkap.
Membantu Metabolisme Karbohirat
Riboflavin, bersama dengan tiamin (vitamin B1), asam lipoat, niasin (vitamin B3), dan asam pantotenat (vitamin B5) bersama membantu enzim pyruvate dehydrogenase dalam perubahan piruvat menjadi asetil koA. Asetil koA nantinya akan masuk ke dalam siklus Kreb dan menghasilkan ATP sebagai sumber energi tubuh.
Selain pada siklus Kreb, Riboflavin juga berperan pada transpor elektron, terutama pada kompleks I dan II.
Membantu Metabolisme Homosistein
Homosistein merupakan zat yang berperan penting pada peningkatan risiko penyakit jantung dan kardiovaskular. Vitamin B2 membantu tubuh untuk mendetoksifikasi homositein, sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Membantu Metabolisme Triptofan
Triptofan merupakan salah satu jenis asam amino yagesensial bagi tubuh manusia. Artinya, tubuh manusia tidak dapat memproduksi triptofan, sehingga asupan triptofan perlu dalam menjaga keseimbangan nitrogen dan fungsi tubuh.
Riboflavin diperlukan pada perubahan triptofan menjadi niasin (vitamin B3).
Defisiensi Riboflavin
Karena tidak disimpan dalam tubuh dan terlarut air, terdapat risiko defisiensi riboflavin. Penyebab defisiensi riboflavin antara lain adalah sebagai berikut.
Asupan Kurang
Diet makanan yang tidak seimbang bisa menyebabkan kurangnya kadar vitamin B2 dalam tubuh. Kekurangan asupan diet seimbang bisa terjadi pada daerah yang dilanda kemiskinan, gangguan pola makan (contohnya anorexia nervosa), atau menghindari minum susu (pada orang dengan intoleransi laktosa).
Perlu diingat bawa, menurut Celiac Foundation, makanan atau produk dengan bahan dasar Gluten-Free biasanya belum difortifikasi dengan vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), dan vitamin B3 (niasin). Sehingga, orang dengan diet gluten-free sebaiknya juga mendapatkan asupan vitamin B kompleks tambahan.
Gangguan Penyerapan
Gangguan penyerapan riboflavin bisa terjadi pada orang dengan masalah pencernaan seperti Celiac Disease, dan Inflammatory Bowel Disease. Penyerapan riboflavin juga membutuhkan asam lambung, karena itu pada gangguan asam lambung atau konsumsi antasida bisa menyebabkan gangguan penyerapan riboflavin.
Gejala dan Tanda Defisiensi
Gejala dan tanda akibat kekurangan riboflavin dalam tubuh antara lain sebagai berikut.
Peradangan atau Inflamasi
Inflamasi yang terjadi akibat defisiensi vitamin B2 bisa terjadi antara lain pada organ mulut (keilosis dan keilitis, yaitu bibir kering dan luka pada sudut mulut alias stomatitis angular), inflamasi yang terjadi pada lidah (glositis, yaitu ketika lidah berwarna ungu magenta dan bengkak), serta terjadi inflamasi pada tenggorokan (faringitis, ditandai dengan nyeri saat menelan).

Gangguan peradangan juga bisa terjadi pada kulit. Hal ini ditandai dengan adanya dermatitis seboroik (kulit bersisik dan berminyak), atau bisa berupa kulit kering.
Anemia
Gangguan penyerapan riboflavin bisa akibat kurangnya asam lambung. Ternyata, asam lambung juga memiliki peran dalam membantu penyerapan zat besi. Kurangnya asam lambung menyebabkan defisiensi vitamin B2 yang disertai dengan anemia defisiensi besi.
Kesimpulan
Memiliki pola makan yang sehat dan seimbang sangat membantu dalam menjaga kesehatan tubuh, serta menghindari terjadinya defisiensi zat gizi baik makro seperti karbohidrat, lemak, dan protein; serta zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Adanya defisiensi zat gizi mikro seringkali tidak memiliki gejala yang khas pada awal defisiensi, sehingga seringkali diabaikan dan menyebabkan keparahan.
Responses