Part 2: Organ Kardiovaskular Super dan Mikronutrisinya

Baca Artikel Sebelumnya: Part 1: Organ Kardiovaskular Super dan Mikronutrisinya
Pembuluh Darah
Pembuluh darah erat kaitannya dengan tekanan darah. Hal ini disebabkan sifat dari pembuluh darah yang bisa berkontraksi dan bertugas menyalurkan darah ke seluruh tubuh. Pembuluh darah berperan sebagai pipa dalam sistem kardivaskular. Apabila terdapat gangguan pada pembuluh darah, maka akan menimbulkan gangguan aliran darah seperti tekanan darah tinggi, atau bisa juga terbentuk plak (sumbatan). Mikronutrien yang berpengaruh pada tekanan darah antara lain Natrium, Kalium, Kalsium, dan Magnesium.

Natrium (Sodium)
Natrium memiliki kaitan erat dengan sistem Kardiovaskular. Natrium merupakan kation utama dalam darah dan cairan ekstraseluler (mencakup 95% dari seluruh kation). Natrium berperan penting dalam pengaturan cairan tubuh, termasuk tekanan darah dan keseimbangan asam – basa.
Natrium memiliki kaitan erat dengan sistem Kardiovaskular. Natrium merupakan kation utama dalam darah dan cairan ekstraseluler (mencakup 95% dari seluruh kation). Natrium berperan penting dalam pengaturan cairan tubuh, termasuk tekanan darah dan keseimbangan asam – basa.
Natrium bersifat menahan air, sehingga dapat meningkatkan volume darah. Volume darah yang meningkat tanpa disertai penambahan ruang (ruang pembuluh darah) dapat meningkatkan tekanan darah. Karena itu, sangat penting untuk menjaga asupan natirum agar tidak berlebihan dalam makanan yang kita konsumsi sehari – hari.

Kalium
Kalium berhubungan melalui mekanisme pertukaran dengan natrium. Untuk membuang natrium, diperlukan pertukaran dengan kalium. Karena itu, peningkatan asupan kalium dalam diet dihubungkan dengan penurunan tekanan darah dan pembuangan natrium melalui urin. Makanan kaya kalium antara lain adalah sayuran, kentang, dan kacang – kacangan. Buah seperti pisang juga mengandung kadar kalium yang cukup baik.
Kalsium
Kalsium juga berperan penting dalam regulasi tekanan darah. Kalsium banyak terdapat pada produk susu dan olahannya seperti keju, yoghurt, ice cream, dan butter.
Magnesium
Kadar magnesium yang normal akan membantu mempertahankan tonus otot polos, yaitu otot yang menyusun pembuluh darah. Magnesium juga dapat melindungi otot jantung dari kerusakan selama terjadi iskemia. Magnesium banyak terdapat pada serealia biji utuh, kacang – kacnagan, legume, dan sayuran berdaun hijau.
Darah (Sel Darah Merah)
Sel Darah Merah merupakan komponen penting pada sistem Kardiovaskular kita. Darah terdiri dari banyak komponen, umumnya terbagi menjadi dua jenis yaitu sel darah dan serum darah. Sel darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Sel darah merah berperan penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan karbon dioksida kembali ke paru – paru. Nutrisi yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah antara lain adalah zat besi, tembaga, Vitamin A, Vitamin B2 (riboflavin), Vitamin B9 (folat), dan vitamin B12 (kobalamin).
Zat Besi
Sel darah merah mengikat oksigen dan karbon dioksida menggunakan hemoglobin. Hemoglobin merupakan suatu molekul yang mengandung fero, yaitu besi dengan valensi dua. Kurang lebih 60% dari besi yang ada dalam tubuh ditemukan dalam hemoglobin, dan 15% dalam sumsum tulang, tempat sel darah merah diproduksi. Karena itu, zat besi sangat penting dalam proses pembentukan sel darah merah pada sistem Kardiovaskular, dan kekurangan zat besi dalam tubuh akan menimbulkan anemia defisiensi zat besi.
Zat besi banyak terdapat pada sumber hewani seperti daging, hati, ikan, dan telur. Namun, sumber nabati seperti serealia (terutama yang difortifikasi), legume, sayuran hijau (seperti bayam), kacang – kacangan, buah kering dan coklat juga mengandung zat besi dalam bentuk feri. Zat besi dalam bentuk feri akan lebih sulit diserap. Karenanya, konsumsi zat besi dari sumber nabati sebaiknya disertai dengan konsumsi vitamzin C, yang akan meningkatkan penyerapan zat besi feri tersebut.
Tembaga
Defisiensi tembaga sangat jarang terjadi, meskipun terdapat penyakit kongenital langka yang disebut penyakit Menke yang mempengaruhi absorpsi tembaga. Tembaga membantu proses transportasi zat besi ke lokasi produksi sel darah merah, atau lokasi penyimpanan.
Vitamin A
Vitamin A memfasilitasi penggunaan cadangan besi untuk pembuatan sel darah merah. Vitamin A banyak terdapat pada sayuran dan buah – buahan yang berwarna kuning atau oranye seperti wortel, labu, pepaya dan lainnya.

Vitamin B2 (riboflavin), Vitamin B9 (folat), dan vitamin B12 (kobalamin)
Vitamin – vitamin yang tergabung dalam kelompok vitamin B kompleks ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Defisiensi riboflavin alias vitamin B2 akan menyebabkan gangguan pula dalam penyerapan zat besi. Piridoksin atau vitamin B6 digunakan dalam proses penggabungan besi kedalam hem dalam pembentukan hemoglobin. Sementara, folat (vitamin B9), dan kobalamin (vitamin B12) digunakan untuk sintesis DNA dan RNA, sehingga diperlukan untuk pembelahan sel. Defisiensinya kan menyebabkan anemia megaloblastik.
Kesimpulan
Menjaga kesehatan sistem kardiovaskular sangat penting untuk kesehatan tubuh. Memastikan kecukupan asupan mikronutrien yang berperan penting pada sistem kardiovaskular harus dilakukan setiap hari, agar sistem kardiovaskular dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Responses