Mioma, Sang Tumor Jinak Rahim

Mioma

Karena tumbuh di dalam rongga rahim, banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka memiliki mioma. Karena itu, mari kita kenali penyakit ini!

Apakah Mioma Itu?

Merupakan benjolan atau tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Sebanyak 25 hingga 33% tumor jinak kandungan wanita merupakan mioma. Secara umum tumor ini tidak berbahaya. Hanya saja, tumor ini dapat membesar terutama saat kehamilan. Hal ini tentu dikhawatirkan dapat mengganggu kandungan.

Jenis

Tumor jinak yang satu ini dapat dibedakan berdasarkan letaknya. Berikut penjelasannya:

  • Mioma intramural. Jenis ini tumbuh didalam jaringan otot dinding rahim. Merupakan jenis yang paling sering.
  • Mioma subserosa. Jenis ini tumbuh diluar lapisan uterus, dapat tumbuh besar dan membuat rahim tampak lebih besar di satu sisi.
  • Mioma bertangkai (mioma Geburt). Jenis ini berasal dari mioma subserosa yang bertangkai. 
  •  Mioma submukosa. Jenis ini tumbuh dibawah lapisan mukosa rahim. termasuk jenis yang paling jarang ditemukan.
Mioma
Jenis Mioma Berdasarkan Lokasinya (Sumber gambar: Google)

Dari jenis-jenis diatas, mioma submukosa yang paling berpengaruh terhadap kesuburan. Sehingga, penanganan terhadap jenis ini akan meningkatkan kesuburan. Sementara itu, mioma jenis intramural dan subserosa meskipun sering ditemukan, ternyata tidak terlalu berpengaruh pada kesuburan. Sehingga, seringkali dokter tidak melakukan tindakan untuk menyingkirkannya.

Apakah yang menyebabkan seseorang menderita tumor ini?

Faktor Risiko

Sebuah artikel telah merangkum apa saja penyebab dan faktor risiko seseorang mengidap penyakit ini.

  • Usia. Wanita berusia lanjut lebih berisiko dibanding dengan wanita usia muda. Namun, risiko munculnya tumor ini, juga ukurannya akan berkurang apabila seorang wanita mencapai menopause.
  • Obesitas. Obesitas sering dihubungkan dengan adanya pertumbuhan tumor dalam tubuh, tentunya hal itu meliputi tumor ini.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit mioma. Adanya anggota keluarga yang memiliki tumor ini, dapat meningkatkan peluang seseorang untuk turut menderitanya.
  • Tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko akibat adanya kerusakan pada otot rahim.
  • Defisiensi vitamin D. Kekurangan vitamin ini dihubungkan dengan pertumbuhan mioma. Baca juga mengenai fungsi vitamin dalam kesuburan disini.

Lalu, bagaimana kita mengetahui apakah kita menderita penyakit ini?

Gejala

Gejala yang muncul pada penderita bergantung kepada ukuran, lokasi dan jumlah tumor yang terdapat pada rahim. Dikutip dari Mayo Clinic, gejala yang paling sering muncul pada penderita tumor ini antara lain:

  • Perdarahan menstruasi yang hebat
  • Menstruasi berlangsung lama
  • Nyeri panggul 
  • Sering berkemih
  • Sulit mengosongkan kandung kemih
  • Sulit buang air besar
  • Nyeri punggung atau tungkai bawah

Sementara itu, sebuah artikel Healthline menambahkan gejala lain seperti nyeri saat berhubungan seksual, perut terasa begah, atau pembesaran perut.

Apa Saja Pemeriksaan yang Diperlukan untuk Menegakkan Mendiagnosis?

Penegakan Diagnosis

Apabila anda mengalami gejala-gejala diatas, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan antara lain:

  • Ultrasound (USG). Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat adakah tumor atau pertumbuhan yang tidak normal didalam rahim. Terkadang dokter secara tidak sengaja menemukan tumor ini pada pasien yang datang dengan tujuan pemeriksaan lain
  • Pemeriksaan Lab. Apabila gejala utama anda adalah perdarahan menstruasi yang hebat dan berlangsung lama, maka dokter perlu memeriksa darah anda untuk mengetahui apakah anda menderita anemia dan menemukan penyebabnya

Apabila seseorang memang terdiagnosis memiliki mioma, penanganan seperti apa yang akan diberikan?

Tatalaksana

Penanganan akan bergantung pada berat ringannya gejala, ukuran, serta letaknya

  • Pemantauan. Apabila tumor jinak ini ditemukan tanpa disertai gejala dan dirasa tidak mengganggu, biasanya dokter hanya akan memantau kondisi pasien. Tumor ini pun cenderung mengecil bila pasien sudah mengalami menopause. Dokter juga akan menyarankan pola hidup sehat dan menghindari makanan yang dapat memicu pertumbuhannya.
  • Suplementasi dan Obat-obatan. Karena defisiensi vitamin D berhubungan dengan penyakit ini, dokter mungkin meresepkan suplementasi D3. Dokter juga dapat memberikan terapi hormonal yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor.
  • Operasi. Tindakan invasif ini biasanya dilakukan pada pasien dengan gejala yang berat, atau bila ukuran tumor dirasa dapat mengganggu kesehatan pasien

Apabila anda mengenali adanya gejala yang berhubungan dengan penyakit ini, maka sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter kandungan agar mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *