Mengenal 6 Kriteria Sindrom Metabolik

Sindrom Metabolik

Apakah sindrom metabolik itu?

Sindrom Metabolik: Definisi

Awalnya, WHO mencetuskan istilah sindrom metabolik yang ditandai paling sedikit 3 dari 5 kriteria dalam NCEP – ATP III (The National Cholesterol Education Program – Adult Treatment Panel III), seperti yang dilansir oleh American Heart Assosiation yaitu:

  • Obesitas Abdominal. Obesitas abdominal merupakan kegemukan yang berpusat pada perut, yaitu kegemukan dengan lingkar perut lebih dari 80 cm pada wanita, dan melebihi 90 cm pada laki – laki. Obesitas abdominal memiliki relasi paling kuat dengan sindrom metabolik. Obesitas dengan indeks massa tubuh > 25 kg/m2 juga dapat berkolerasi dengan metabolic syndrome. Baca juga mengenai bentuk tubuh disini.
  • Dislipidemia Aterogenik. Pada kasus ini, adanya kenaikan kadar trigliserida atau penurunan HDL dalam darah terjadi. Adanya kenaikan trigliserida maupun penurunan HDL bisa menyebabkan aterosklerosis, yaitu penyumbatan pembuluh darah arteri. Angka batas trigliserida adalah apabila > 150 mg/dL dan HDL pria apabila < 40 mg/dL serta kadar HDL wanita < 50 mg/dL.
  • Resistensi Insulin. Resistensi insulin muncul pada mayoritas orang dengan metabolic syndrome, berhubungan juga dengan faktor lainnya serta berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. Hal ini diketahui apabila dari pemeriksaan kadar gula darah puasa ditemukan > 110 mg/dL.
  • Kenaikan Tekanan Darah. Masalah kesehatan yang satu ini berhubungan erat dengan obesitas dan biasanya dialami oleh orang dengan penyakit resistensi insulin. Namun, tekanan darah tinggi memiliki banyak faktor, sehingga penyebab tekanan darah tinggi juga perlu ditelusuri. Tekanan darah yang perlu diperhatikan adalah > 130/> 85 mmHg.
  • Keadaan Proinflamasi. Adanya peningkatan kadar CRP (C reactive protein) dalam darah biasa terjadi pada orang dengan sindrom metabolik. Penyebab kenaikan CRP ada banyak, salah satunya adalah obesitas. Karena, jaringan lemak yang berlebihan dalam tubuh akan melepaskan sitokin inflamasi yang menimbulkan kenaikan kadar CRP.
  • Keadaan Protrombik. Ditandai dengan meningkatnya PAI-1 (plasma plasminogen activator inhibitor – 1) dan fibrinogen, juga berhubungan dengan metabolic sindrome.

Metabolic Syndrome: Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sindrom metabollik yaitu:

  1. Menjaga Pola Makan yang Sehat dan Seimbang. Karena berkaitan dengan obesitas dan resistensi insulin, pola makan yang sehat, mengurangi lemak dan gula, mengurangi konsumsi garam, serta meningkatkan konsumsi lemak sehat serta serat yang bersumber dari buah – buahan dan sayuran dapat membantu mencegah terjadinya penyakit sindrom metabolik.
  2. Berolahraga Secara Teratur. Olahraga secara teratur juga dapat membantu tubuh untuk mengolah glukosa, serta menjaga kesehatan tubuh dan mencegah kegemukan dan penigkatan kadar kolesterol jahat dalam darah. Olahraga secara rutin minimal 30 menit sehari cukup untuk menjaga kebugaran tubuh.
  3. Gaya Hidup Sehat. Tidak merokok, serta memilki waktu tidur yang cukup dan teratur dapat membantu tubuh agar tetap sehat dan mencegah kegemukan.
  4. Mengelola Stres Dengan Baik. Menghindari stres berlebihan dan mengelola stres akan memudahkan anda untuk menjaga pola makan dan berat badan agar tetap ideal.
  5. Memeriksakan Kesehatan. Beberapa parameter seperti gula darah, tekanan darah, kadar lipd darah tidak dapat anda ketahui tanpa memeriksakan diri ke dokter. Lakukan medical check-up secara rutin agar anda bisa mengetahui kesehatan anda.
Jalan Kaki
Olahraga dan Rutin Memeriksakan Diri Dapat Membantu Mencegah Sindrom Metabolik.

Kesimpulan

Penyakit Sindrom Metabolik dapat berbahaya apabila tidak ditangani secara seirus. Penyakit ini dapat dihindari dengan menjaga berat badan agar tetap ideal, pola makan yang sehat dan seimbang, memiliki kebiasaan berolahraga secara teratur dan pengelolaan stres yang baik.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *