Mengenal Bisphenol A (BPA), Public Enemy Yang Tersembunyi dan 5 Sumbernya

Bisphenol A

Belasan tahun lalu, para ibu dikagetkan dengan adanya berita mengenai zat BPA alias Bisphenol-A yang disinyalir terdapat pada botol susu bayi. BPA ini dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan. Akibatnya, botol susu bebas BPA mulai diproduksi. Para ibu mulai rajin mengganti botol susu yang sudah tergores atau lama karena diduga akan melepaskan zat BPA ke dalam susu.

Lalu, Apakah Sebenarnya Bisphenol A itu?

Bisphenol A (BPA) merupakan bahan kimia industri yang telah ada sejak tahun 1960an, terutama terdapat pada produk plastik dan wadah makanan. Kini, penggunaan Bisphenol A pada produk plastik telah jauh berkurang. Banyak produsen produk plastik yang menjual wadah plastik bebas Bisphenol A.

Sumber Bisphenol A

Sumber paparan utama Bisphenol A adalah melalui makanan. Meskipun udara, debu, dan air juga dapat menjadi sumber BPA, namun makanan dan minuman yang terkontaminasi BPA merupakan sumber utama paparan BPA pada manusia.

Berikut adalah sumber BPA yang ada disekitar kita, dikutip dari beberapa sumber:

  • Wadah makanan  minuman dan yang terbuat dari Plastik. Wadah makanan dan minuman yang terbuat dari platik merupakan wadah yang umum digunakan, baik untuk membungkus makanan dan minuman takeaway di restoran, atau untuk penggunaan sehari – hari di rumah tangga. Wadah makanan ini meliputi box plastik serta botol minuman plastik, termasuk botol susu
bisphenol A
Wadah plastik banyak digunakan dalam rumah tangga.
  • Barang – barang sehari – hari yang terbuat dari plastik. Compact discs, alat kesehatan yang terbuat dari plastik juga bisa mengandung BPA.
  • Kaleng makanan. Kaleng yang digunakan untuk makanan kaleng juga bisa menjadi sumber BPA dan akan melepaskan BPA ke dalam makanan di dalamnya.
  • Tambalan Gigi. Beberapa jenis tambalan gigi dan komposit juga dapat mengandung BPA.
  • Nota Pembelian (Struk Belanja. Nota pembelian yang biasa anda dapatkan dari supermarket atau toko biasanya terbuat dari kertas termal. Nota ini juga biasa terdapat pada struk di mesin ATM. Jenis kertas ini ternyata mengandung BPA, dan dalam jumlah yang bisa 1000 kali lebih banyak daripada BPA pada wadah makanan atau minuman. Karena itu, sebaiknya anda langsung membuang nota yang tidak terpakai. Jangan menumpuknya di dompet atau tas, karena bisa melepaskan BPA. Anda juga sebaiknya menerima struk pembelian dengan tangan yang kering, tidak basah oleh keringat, alkohol, hand sanitizer, ataupun minyak. Karena, hal – hal tersebut dapat meningkatkan penyerapan BPA melalui kulit tangan anda. Jauhkan struk belanja maupun struk ATM dari bayi dan anak – anak, yang sering memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.

Penyerapan BPA tergantung pada suhu dan usia wadah makanan atau minuman. Selain itu, juga tergantung pada kadar minyak atau alkohol pada kulit.

Efek BPA Pada Kesehatan

Mengutip dari mayoclinic, Bisphenol A dapat meresap ke makanan dari wadah makanan yang dibuat dengan BPA. Paparan terhadap BPA diduga dapat menimbulkan masalah kesehatan mulai dari obesitas, tekanan darah tinggi, ganguan prostat, gangguan hormon serta gangguan perilaku pada bayi dan anak-anak. BPA juga berhubungan dengan diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. BPA dapat menimbulkan gangguan pada janin atau bayi baru lahir yang terpapar.

Mencegah Paparan BPA

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bayi dan anak – anak merupakan golongan usia yang paling rentan terkena efek buruk dari BPA. Orang tua dan pengasuh sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup agar bisa mengurangi dan menghindari paparan BPA pada bayi dan anak – anak dengan cara sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan wadah plastik saat memanaskan makanan di microwave. Plastik yang terbuat dari policarbonat memang kuat, naun lama kelamaan bisa rusak seiring penggunaan pada suhu tinggi.
  • Wadah plastik biasanya memiliki kode pada bagian dasarnya. Beberapa, meski tidak semua, plastik dengan kode 3 atau 7 bisa mengandung BPA
  • Bila memungkinkan, pilih bahan kaca, poselain, atau wadah yang terbuat dari stainless steel, terutama untuk wadah makanan yang panas atau cairan.
  • Gunakan botol bayi yang bebas BPA.

Kesimpulan

Untuk wadah makanan, sebaiknya gunakan wadah berbahan kaca, porselain, atau stainless steel. Penggunaan wadah plastik sebaiknya terbatas untuk membawa makanan di luar rumah, dan tidak digunakan untuk memanaskan makanan.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *