DAMN! Gagal Bayi Tabung! Sekarang Bagaimana?

Bayi Tabung (IVF) merupakan usaha lanjutan untuk membantu terjadinya Fertilisasi secara in-vitro (di luar tubuh). Seperti usaha Promil lainnya, Bayi Tabung tidak 100% menjamin akan terjadinya kehamilan. Lantas, apa yang harus dilakukan bila dinyatakan Gagal Bayi Tabung? Bukankah Bayi Tabung (IVF) merupakan teknologi yang paling mutakhir untuk terjadinya kehamilan?
Apa saja faktor yang mempengaruhi keberhasilan Bayi Tabung?

Dalam proses IVF, dibutuhkan Sel Telur dan Rahim serta dibutuhkan pula Sperma. Sel Telur Istri yang telah distimulasi akan diambil melalui proses Ovum Pick-Up, yang kemudian dipertemukan dengan Sel Sperma dari Suami di dalam Laboratorium. Setelah itu, Sperma dan Sel Telur tersebut akan diinkubasi selama 3-5 hari. Bila berkembang dengan baik, maka Embrio tersebut akan dimasukkan ke dalam Rahim Istri (Embryo Transfer)
1. Sel Telur
Sel Telur merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan Bayi Tabung. Sejak hari menstruasi kedua, sel telur distimulasi agar dapat menghasilkan oosit (sel telur) yang baik dan dalam jumlah tertentu. Selama proses stimulasi, sel telur dipantau dengan USG serial untuk memastikan perkembangan sel telur berkembang sesuai waktunya.
2. Sel Sperma
Sel sperma juga merupakan faktor penting yang sering terlewatkan ketika melakukan persiapan Bayi Tabung. Sperma merupakan benih/bibit dari Suami yang akan diinjeksi ke dalam sel telur Istri. Bila Sel Sperma tidak baik secara jumlah ataupun kualitas, tentu akan sangat berdampak kepada keberhasilan Bayi Tabung. Bahkan terkadang, ada anggapan bahwa “bila kualitas sperma tidak baik, maka segera saja dilakukan Bayi Tabung”. Anggapun tersebut bisa menyesatkan karena seperti halnya Sel Telur, kualitas sperma akan mempengaruhi kualitas embrio yang akan dimasukkan ke rahim nantinya.
3. Rahim
Rahim merupakan organ yang sangat penting pada prosedur Bayi Tabung (IVF). Rahim merupakan tempat dimana embrio akan dimasukkan. Bila rahim tidak bekerja dengan maksimal, sebaik apapun kualitas Embrio yang dihasilkan dari Sel Telur dan Sperma tadi, maka Embrio tersebut tidak akan bisa menempel pada dinding Rahim, bahkan bisa ditolak oleh Rahim.
Apa yang harus dilakukan bila Gagal Bayi Tabung?

Bila telah dinyatakan Gagal IVF, maka kita harus evaluasi lagi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Bayi Tabungtersebut. Dari faktor istri, kita bisa mulai pemeriksaan USG untuk melihat rahim, dinding rahim, ovarium dan pemeriksaan hormon, serta pemeriksaan darah lengkap seperti kekentalan, D-Dimer, dll. Dari faktor suami, bisa diperiksa kondisi sperma terkini, hormon reproduksi, USG testis (Varikokel). Bila semua sudah baik, perlu juga kita lakukan pemeriksaan ASA Istri untuk melihat apakah penolakan Ibu terhadap janin akan berlebihan atau tidak.
Silahkan konsultasikan ke Dokter Kandungan (Obgyn) untuk Faktor Istri, dan ke Dokter Andrologi untuk Faktor Suami agar promil anda lebih efektif dalam mencapai kehamilan. Bila anda jatuh kedalam depresi yang berlebihan, silahkan konsultasikan ke Dokter Psikiatri untuk membantu anda bangkit dan berjuang.
Responses