5 Bentuk Tubuh dan Hubungannya dengan Kesehatan

Warning: Undefined array key "file" in /var/www/emr.promedik.com/wp-includes/media.php on line 1763
Apakah anda sudah tahu bentuk tubuh anda?
Mengetahui ukuran tubuh biasanya berkaitan dengan pakaian. Apakah ukuran anda S, M atau L, atau ukuran celana (biasanya menggunakan angka). Namun, sebenarnya ada beberapa ukuran tubuh lainnya yang sebaiknya anda ukur, karena berkaitan dengan kesehatan anda.
Antropometri, dilihat dari sudut pandang gizi, merupakan berbagai macam pengukuran tubuh dilihat dari dimensi serta komposisi (lemak, tulang dan lain – lain) pada berbagai tingkat umur dan gizi.
Ukuran yang biasanya digunakan dalam antropometri antara lain ukuran dada, pinggang, pinggul, lengan atas, dan juga ukuran leher. Berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh/BMI, rasio pinggang-pinggul, dan persentase lemak tubuh juga merupakan ukuran antropometrik yang penting untuk kesehatan. Berikut gambaran cara mengukur tubuh anda.

Setelah mendapatkan ukuran pada tubuh anda, masukkan angka-angka yang didapatkan pada kalkulator tipe tubuh. Dari sini, anda akan mendapatkan perkiraan mengenai bentuk tubuh anda.
Bentuk Tubuh
Mengetahui bentuk tubuh anda, ternyata cukup berkaitan dengan kesehatan. Akibat derasnya arus informasi, banyak orang mengidamkan tubuh yang kurus-langsing. Padahal, bentuk badan seseorang seringkali berkaitan dengan genetik, struktur tulang, juga aktivitasnya sehari-hari.
Banyak cara untuk mendefinisikan bentuk badan. Yang paling sering adalah dengan menggunakan perumpamaan bentuk geometri. Berikut ragam bentuk badan menurut geometri seperti dilansir oleh situs healthline.
Persegi Panjang
Wanita dengan bentuk tubuh Rectangle atau persegi panjang, memiliki ukuran lebar bahu, pinggang dan panggul yang mirip. Sehingga, tubuhnya cenderung lurus seperti persegi panjang. Tungkai atas dan bawah juga cenderung ramping dan panjang.
Tubuh seperti ini banyak dimiliki oleh para model yang memeragakan busana di fashion show masa kini. Karena, bentuk rectangle sangat bagus dalam mempresentasikan busana yang dipakai dan mudah masuk kedalam model fashion apapun, sehingga menjadi favorit banyak perancang busana.
Sayangnya, hanya sekitar 13 % wanita dan 40% pria yang memiliki bentuk rectangle. Dan karena banyak di industri fashion dan iklan yang menggunakan model tubuh rectangle, seringkali menimbulkan trend yang salah kaprah dan pada akhirnya membuat banyak orang menjalani diet ketat yang tidak sesuai untuk membuat tubuhnya terlihat seperti rectangle.
Untuk menjaga kesehatan, pemilik tubuh rectangle sebaiknya rajin memperhatikan angka Indeks Massa Tubuh (BMI), agar tetap berada dalam rentang normal.
Hourglass
Ada masanya bentuk badan hourglass banyak menghiasi fashion runaway. Bentuk badan hourglass hingga kini masih banyak dianggap sebagai bentuk tubuh yang paling ideal. Bentuk hourglass atau jam pasir memiliki ukuran panggul dan dada yang mirip, serta ukuran pinggang yang lebih ramping dari keduanya. Tungkai bawah dan lengan biasanya memiliki proporsi yang baik.
Bentuk hourglass akan tampak menawan dalam balutan pakaian yang memeluk figur, atau rok dengan bahan ringan dan melayang.
Bulat
Pemilik tubuh bulat biasanya memiliki ukuran bahu dan dada yang sempit, dan bagian tengah tubuh terlihat lebih penuh. Lengan dan kaki terlihat ramping dibanding ukuran tubuh. Pinggang pada bentuk tubuh ini tidak terlalu terlihat.
Tubuh bulat menandakan adanya penumpukan lemak di daerah sekitar perut, dan memiliki risiko yang lebih besar menderita penyakit diabetes melitus atau penyakit jantung koroner. Karena itu, pemilik tubuh bulat harus sering memperhatikan rasio pinggang-pinggul (hip to waist ratio).
Hip to waist ratio yang sehat haruslah sekitar 0,7 untuk wanita, dan 0,9 untuk pria. Nilai diatas 0,8 pada wanita, dan diatas 1 untuk pria sudah termasuk kedalam obesitas sentral. Hal inilah yang akan meningkatkan risiko terhadap penyakit – penyakit degeneratif.
Tubuh yang berbentuk bulat cocok dengan jenis pakaian seperti rok berpotongan A-line, atau dress dengan tambahan sabuk untuk menegaskan bentuk pinggang.
Segitiga atau Pear
Pemilik bentuk tubuh ini memiliki ukuran bahu dan dada yang lebih kecil daripada panggul. Lengan pemilik bentuk tubuh segitiga juga biasanya ramping.
Kebalikan dari tubuh bulat, pemilik tubuh pear memiliki risiko yang lebih rendah untuk menderita penyakit jantung, karena lemak mereka terkonsentrasi pada bagian yang tidak berbahaya. Namun, pemilik tubuh pear lebih berisiko untuk menderita osteoporosis karena adanya tambahan beban pada paha.
Pemilik tubuh pear dapat menggunakan atas yang bervolume, untuk menyeimbangkan tubuh bagian atas. Bawahan dengan warna gelap membantu memberikan siluet ramping pada tubuh bagian bawah.
Segitiga Terbalik
Bentuk tubuh ini memiliki bahu dan dada yang lebih besar dari pinggul. Bentuk tubuh segitiga terbalik biasanya terlihat kuat dan atletis dibanding bentuk tubuh lainnya, dan banyak dijumpai pada atlet seperti perenang.
Ukuran pinggang yang kecil dapat menandakan risiko untuk menderita penyakit jantung termasuk rendah.
Bentuk tubuh ini cocok untuk mengenakan rok A-line untuk membantu menyeimbangkan tubuh bagian bawah mereka.

Apakah bentuk tubuh bisa diubah?
Faktor yang Mempengaruhi Bentuk Tubuh
Banyak faktor yang mempengaruhi bentuk tubuh seseorang. Sebagai contoh, struktur tulang dapat membedakan apakah seseorang memiliki bahu yang lebar atau sempit. Bentuk panggul, panjang tulang kaki, dan juga torso turut ditentukan oleh struktur tulang kita.
Genetik juga memainkan peranan penting dalam membentuk tubuh. Gen dalam tubuh kita juga akan menentukan, dimana lemak akan lebih banyak disimpan. Beberapa orang memang cenderung menyimpan lemak pada bagian perut, sementara lainnya menyimpan lemak pada lengan atas atau paha terlebih dahulu.
Hormon ikut mempengaruhi bentuk tubuh. Hormon kortisol contohnya. Hormon ini dikeluarkan terutama ketika seseorang merasa stres. Hormon kortisol akan mempengaruhi penumpukan lemak di sekitar organ perut dan meningkatkan risiko obesitas sentral. Hormon estrogen akan cenderung mempengaruhi penumpukan lemak pada tubuh bagian bawah. Sementara, hormon testosteron akan mempengaruhi pembentukan otot tubuh.
Olahraga dapat membantu anda untuk membentuk tubuh anda. Bentuk kerangka anda mungkin tidak berubah, namun ukuran pinggang anda bisa mengecil, dan memberikan bentuk pinggang yang lebih jelas. Olahraga juga akan membentuk otot, dan membantu untuk membakar lemak di sekitarnya.
Baca juga mengenai hubungan olahraga dengan kesuburan disini.
Usia dapat mengubah bentuk tubuh anda. Semakin bertambah usia anda, maka metabolisme akan semakin menurun, otot tubuh cenderung berkurang, dan lemak tubuh akan bertambah. Akibatnya, apabila anda jarang berolahraga dan tidak menjaga pola makan, anda akan cenderung menumpuk lemak di daerah perut (obesitas sentral).
Kesimpulan
Mengenal bentuk badan anda sangat penting. Selain membantu anda dalam menentukan jenis pakaian yang membuat anda terlihat baik, mengetahui bentuk tubuh anda juga dapat membantu anda dalam menjaga kesehatan. Apapun bentuk tubuh anda, ingatlah bahwa anda sudah sempurna. Kenakan pakaian yang membuat anda nyaman dan percaya diri. Jagalah kesehatan anda agar penampilan anda tetap paripurna.
Responses